Ngeblog Pertama Pake Tablet

1

January 24, 2013 by ahmadnajip

Pertengahan November lalu secara tidak sengaja saya berkenalan dengan Samsung. Sebelumnya saya sama sekali tak pernah bersentuhan dengan ponsel besutan Korsel yang hampir pasti dipakai cowok-cowok cakep atawa cewek cantik di drama seri Korea. Saya pikir nongolnya ponsel Samsung di sana jadi semacam wujud kecintaan mereka terhadap produk dalam negeri, juga kampanye produk tentunya. Hal yang sama ketika mobil MPV Exora nongol di serial Uoin&Ipin. Keren juga. Oya, sebelumnya saya tentu lebih suka ponsel Finlandia, sama seperti sejuta umat lainnya. Ketika belakangan sama menggunakan Sony Ericsson, itu gara-gara dikasih gratisan sama Indosat saat masih berburu merchandise konferensi pers. Itu dulu, sumpah heheh.. Belakangan saya merasa lebih keren dengan ponsel cerdas besutan RIM, Blackberry.

Nah, saya berkenalan dengan Semsang (iklan tipi mode on) saat nganter Ika Rahma nyari hape ke BEC. Mampirlah ke salah satu gerai ponsel  berjaringan di lantai entah berapa. Abis nama lantainya banyak banget, mungkin nyiasati izin mendirikan bangunan alias IMB, bukan Jang pencarian bakat. Kalau izin di IMB tiga lantai, pengelola bisa menambahnya sampai lima lantai lagi. Di bawah lantai satu masih tertanam UG, G, LG, B1, B2, B3, etc. Samsung memang lagi naik daun, demam Android ikut melejitkan Samsung. Perkembangannya memaksa Nokia nharis gulung tikar, ribuan pekerjanya dipensiunkan. Samsung pun meraja, sama seperti drama Korea yang kemudian diikuti K-Pop. Saat malam itu mampir ke gerai, Nokia tampak teronggok tak karuan. Melihat Nokia seperti mundur satu dekade ke masa lalu. Terlihat jadul banget. Saya berbisik kepada Ika Rahma, “Suatu saat akan muncul dalam buku sejarah, dulu pernah ada merek ponsel yang menjadi nomor satu dunia. Namanya Nokia.”

Di gerai itu saya meracuni Ika Rahma biar beli Android. Sambil milih-milih, saya juga ikut lirik-lirik. Saya juga memang berencana membeli ponsel baru setelah Blackberry Pearl bermasalah dengan push mail dan sulit dipakai mengetik. Motivasi saya ya untuk mengetik tadi. Pilihannya pun sempit, Blackberry lagi. Syaratnya memiliki keypad QWERTY karena Pearl tidak demikian. Saya sama sekali tidak tertarik merek lain selain iPhone. Tapi,mdmbeli iPhone juga merasa terlalu gaya bagi orang kere kayak saya begini. Lagi pula harganya tidak masuk akal. Bayangkan, untuk memiliki satu unit iPhone 5, Telkomsel memasang tarif promo 12×1,299 juta. Wow!

Saat lirik-lirik itulah saya tergoda Tab berdiagonal 7 inchi. Saya mencoba beberapa fiturnya. Pertanyaan pertama saya kepada pramuniaga kala itu adalah bisakah ngetik normal di ponsel lebar layar sentuh tersebut? Jawabannya jelas, bisa. Pertanyaan berikutnya, adakah aplikasi Office di dalamnya. Pramuniaga pun menunjuk ke shortcut Office Polaris, dia bahkan sempat mendemonstrasikannya. Saya juga tanya, bagaimana dengan membaca PDF? Jawabannya juga bisa. Hmmm… saya sempat termangu. Boleh juga si tablet ini. Ika Rahma yang sudah menemukan ponsel pilihannya menyarankan untuk memilih tablet itu. Saya bilang tidak. Kami pulang. Tapi, kok kepikiran terus itu si tablet.

Keesokan harinya saya memutuskan kembali ke BEC, langsung ke gerai tadi. Saya berminat membelinya, tepatnya beli nontunai dengan cara gesek kartu. Huhuhu.. Saat mencoba lagi si tablet mini tersebut, Ika Rahma melirik standing banner berisi promo Tab 2 berbonus kamera saku. Wah, boleh juga. Dengan layar 10.1 inchi, berarti ruang mengetik lebih lapang. Jatuhlah pilihan ke si promo tadi. Ada bonus kamera pula,heheh.. Saya pun memilih hitam. Lebih macho dong,huhuhu..

Saya pun langsung ngulik ini itu di tablet anyar itu. Lumayan lancar juga. Masalahnya ya soal familiar dan tidaknya. Perubahan dari tombol pencet ke sentuh cukup merepotkan. Juga dari aplikasi BB ke Andro. Beberapa kali saya menyentuh layar BB, bahkan laptop. Gelooo. Masih kurang familiar euyyy… Selain chat sama sosmed dan email pencek-pendek, praktis saya belum pernah mengetik panjang menggunakan tablet. Apalagi, beberapa gawean butuh dikerjakan buru-buru. Hmmm.. Tablet ini pun lebih banyak membantu koneksi internet buat transfer data antardevice, terutama dari laptop ke Tab atau Tab ke BB. Agak merepotkan karena Tab 2 tak memiliki USB. Saya pun terbantu berkat Bluetooth. Beruntung laptop punya Bluetooth juga. Setidaknya, Tab ini tidaklah mubazir.

Saya sedang berusaha membiasakan mengetik di keypad lebar ini. Saya berencana meninggalkan laptop secara perlahan. Ya, pada saat bepergian tentunya. Sepertinya saya tak bisa meninggalkan sama sekali laptop ini. Dalam belajar itu saya mulai mengetik untuk blog yang sering terabaikan ini. Dan, inilah blogging pertama saya menggunakan tablet. Terima kasih sudah membaca.

One thought on “Ngeblog Pertama Pake Tablet

Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: