Dialah Trump!

Leave a comment

April 3, 2008 by ahmadnajip

Tentang Buku

DIALAH Trump, Donald J. Trump. Pengasuh reality show The Apprentice, pemilik enam klub golf internasional, kasino, restoran, merek parfum pria, hingga pemegang hak penyelenggaraan Miss Universe. Dia juga triliuner juragan properti di New York, Los Angeles, Chicago, hingga Seoul, Korea Selatan. Sulit mengidentifikasi pendekatan tepat untuk Trump. Dia meraih semua itu dengan caranya sendiri, The Trump Way.

Ambil saja contoh ketika dia memantapkan diri untuk merambah bisnis properti di Manhattan. Sang ayah, Trump Sr., tak bisa memahami putusan yang diambil Trump Jr. Maklum, sebelumnya Trump Sr. sukses di Brooklyn dan Queens. Namun, pindah ke Manhattan sudah lama jadi tujuan Trump Jr. Baginya, Manhattan adalah pusat bisnis, budaya, dan sosial dunia. ”Manhattan adalah pusat perhatian dan ke sanalah saya ingin melangkah.” (hlm. 39)

Trump akhirnya ”benar”. Bertahun tahun kemudian, berdirilah menara berlapis perunggu di langit Manhattan, Trump Tower. Trump menyebut menaranya sebagai lambang supremasi sekaligus standar tinggi yang diterapkannya. Trump Tower lebih dari sekadar menara, ”Saya menginginkan sebuah tempat yang paling mengagumkan, luar biasa, dan dikagumi di seluruh dunia. Karena akan memakai nama saya, bangunan ini akan merepresentasikan saya. Jadi, saya ingin gedung ini benar-benar mengalahkan apa pun yang pernah dilihat warga New York.” (hlm. 40).

Lagi-lagi Trump ”benar”. Trump Tower menjadi landmark baru bagi kota Manhattan. Landmark-landmark Trump pun bertebaran di sejumlah kota. Semua itu diraih dengan keyakinan bahwa yang dilakukannya adalah yang terbaik di matanya. Trump percaya, walaupun kebanyakan orang bermaksud baik —dan kerap menawarkan saran masuk akal— tapi belum tentu mereka mengetahui apa yang terbaik baginya. Dia hanya melakukan jalannya, The Trump Way. Jalan Trump itulah yang kemudian menjadikannya sebagai pengendali bisnis raksasa sekaligus simbol mimpi Amerika, ikon keberhasilan, dan inspirasi bagi jutaan orang di dunia.

Mengawali bukunya, Trump mengungkapkan kecintaannya pada pekerjaan yang digelutinya. Kecintaan yang dipadukannya dengan pengalaman dan riset yang cermat mendorongnya untuk tetap semangat. Saking antusias dan bergairahnya, Trump merasa apa yang dilakukannya bukanlah pekerjaan (hlm. 29). Baginya, gairah sangatlah penting untuk mencapai segala macam kesuksesan abadi. Trump percaya, kita seseorang tidak memiliki gairah dalam suatu bidang, apa pun yang dilakukan pada akhirnya akan menguap atau setidaknya menjadi biasa-biasa saja. Dia berpesan, hendaknya seseorang sepenuhnya berdedikasi pada pekerjaan dan meraih kesuksesan.

Dialah Trump! Dia yang mendedikasikan hidupnya untuk mewujudkan visinya. Bagi Trump, kenikmatan utama dalam berbisnis adalah kemampuan menerapkan visi dan kreativitas serta mengekspresikan diri. ”Saya memiliki ide besar dan energi untuk mewujudkannya,” tegas Trump. Tak berlebihan bila kemudian Trump jumawa dengan mengatakan, ”Hasilnya sungguh luar biasa. Semua orang tahu bahwa Trump Organization selalu menyelesaikan apa yang dikerjakan dan proyek kami selalu kelas wahid.” (hlm. 41). Dan, alasan utama keberhasilan itu adalah karena dia menetapkan standar tinggi yang diidamkan semua orang. Ya, dialah Trump!

Donald J. Trump punya sederet kunci sukses, termasuk keputusannya untuk menyeberang Hudson River ke Jersey City. Pengembang properti terbesar di Manhattan ini membangun kondominium senilai USD 415 juta setinggi lebih dari 50 lantai di Jersey City. Tiap bangunan memiliki kolam renang, pusat bisnis, pusat kebugaran seluas 743 meter persegi, lapangan bola basket tertutup, dan bioskop pribadi. Dua menara ini mungkin tidak mencapai bintang-bintang, ”Namun para penghuninya akan merasa berada di surga.” (hlm. 47) Penyeberangan Trump berangkat dari satu kekuatan, yakni berpikir besar. Dia menyebutnya Skala Trump. Trump menegaskan, berpikir kecil di saat berpikir besar akan membatasi seseorang dalam segala aspek kehidupan. Orang sebenarnya mampu berbuat besar, tapi hanya jika mereka membayangkan diri mereka mencapai sesuatu yang besar.

Pesan lain yang ditorehkan di atas Jalan Trump adalah keberanian dan keteguhan. Dengan rendah hati Trump mengakui dirinya tidak bisa berhasil tanpa ketegaran, keteguhan, dan pantang mundur. Di jalannya juga Trump memberi batasan konsep tegar. Menurutnya, tegar bukan berarti keras, sulit diajak kompromi, atau tidak dapat diajak berdikusi. Baginya, tegar berarti gigih dan tidak mau menyerah. Tegar berarti percaya pada diri sendiri, pada gagasan dan proyek, dan siap berjuang. Trump memahami betul bahwa ketegaran dibutuhkan untuk dapat berdiri tegak dan memperjuangkan keyakinan serta keinginan. Dialah Trump!

Lewat bukunya, Trump ingin mencoba berbagi pengalamannya dengan orang lain di seluruh dunia. Boleh jadi, peta jalan yang disajikan Trump terkesan menggurui atau bahkan melangit. Tapi memang tak ada alasan untuk mengingkarinya. Trump sudah benar-benar melakukan sebelum kemudian menunjukkan jalan bagi orang lain. “Saya mengetahuinya dari pengalaman,” tegasnya. Karena itu, itulah Jalan Trump, The Trump Way. Lebih dari itu, sesekali pembaca akan diajak masuk ke dalam keseharian Trump. Jangan lewatkan bagian-bagian “Sepekan (Plus) yang Sangat Spesial dalam Kehidupan Saya”. Di sanalah kita akan menemukan potret utuh seorang Trump, dalam menjalankan roda bisnisnya atau sekadar kerelaannya menyempatkan diri menelepon sang istri untuk bertanya menu makan malam sepulang kerja. Dialah Trump!

Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: