A BRIEF’S ME

AHMADNAJIP adalah manusia biasa. Secara administratif, ia memiliki nama Najip HS Parino, lahir di sebuah desa kecil di pinggiran Kabupaten Majalengka di Jawa Barat. Secara biologis, lahir dari seorang ibu bernama Sumiati pada 21 Desember 1980.

AHMADNAJIP menghabiskan masa kecilnya di kampung halamannya. Masuk SD pada pertengahan 1988 dan kemudian diseselaikannya pada 1994. Kala itu, nama sekolahnya SD Negeri Cakrawulan. Saat ini, 2005, nama sekolahnya berganti menjadi SD Cibulan II, sesuai dengan nama desanya, Desa Cibulan. Pendidikan formal tingkat menengah pertamanya diselesailkan di kota kecamatan, sekitar lima kilometer dari tempat tinggalnya. SLTP Negeri 1 Lemahsugih, demikian nama sekolah Najip kala itu.

Menyelasaikan SMP pada pertengahan 1997, Najip kemudian hijrah ke kota Bandung. Di ibukota provinsi Jawa Barat inilah Najip meneruskan sekolah formalnya di SMU Negeri 14 Bandung di kompleks PPI, Jalan Yudhawastu Pramuka IV Bandung. Meski begitu, Najip lebih banyak menyenyam pendidikan di sekolah sebenarnya.

Meski sempat tersendat, Ahmadnajip akhirnya bisa menuntaskan sekolah formalnya di Jurusan Pendidikan Sejarah Universitas Pendidikan Indonesia. Najip bersusah payah melepaskan diri dari ancaman drop out selama setahun terakhir. Dengan tidak ada kebanggaan sedikit pun, Najip sempat mengenakan toga dan menenteng ijazah yang di dalamnya juga terdapat transkrip nilai IPK 3,42 pada 25 Oktober 2007. Sebelum melacurkan diri sebagai pekerja jurnalistik di sebuah penerbitan lokal, Harian Pagi Radar Bandung, sebuah media lokal milik Jawa Pos Grup yang berpusat di Surabaya, Najip menceburkan diri dalam kubangan intelektual di Unit Pers Mahasiswa. Lembaga inilah yang mengenalkannya pada dunia jurnalistik. Di sana, Najip sempat memimpin lini penerbitan Isola Pos dan portal berita Isola Pos Online pada URL http://isola-pos.upi.edu.

Selang dua hari setelah takbir lebaran bergema di seantero republik, Najip membuat sebuah perubahan besar dalam hidupnya. Dia menikahi Ika Rahma Hadiyanti, mahasiswa Jurnalistik Universitas Padjadjaran yang ogah-ogahan nyambi di Hubungan Internasional di almamater yang sama. Nyaris tidak ada yang berubah dalam kesehariannya, selain dia kini menemukan sosok yang dijadikannya teman berdiskusi tentang banyak hal, soal peradaban manusia atau bahkan sekadar film apa yang menarik untuk ditonton di sela kesibukannya memainkan jari di atas tuts kibor komputer. Ah, tentu saja, Ika Rahma menjadi temannya ketika malam telah tiba.

Sejak 1 Maret 2008, Najip memutuskan untuk mencari suasana lain di luar Radar Bandung. Dia beristirahat dua bulan. Najip yang menjadikan seperangkat alat reportase sebagai mahar pernikahannya mencoba menyebrang pagar keluar dari dunia jurnalistik. Kini, Najip berjibaku dengan dunia tetangga, kepenulisan. Selain tetap menulis untuk sejumlah buku, Najip lebih berkonsentrasi mengakuisisi naskah-naskah potensial untuk kemudian diterbitkan di tempatnya bekerja di Jalan Pasirwangi I No. 3, Buah Batu, Bandung. Sejauh ini dia merasa hari-harinya makin komplet dengan menambah kesibukan baru, membuka pusat layanan pengolahan dokumen di Jalan Setiabudhi 234 Bandung, tepat di sebrang almamaternya dulu, IKIP Bandung. Ya, hidup adalah perbuatan -kata petualang politik yang iklan politiknya marak di televisi.

9 Comments Add your own

  • 1. lida  |  Juni 20, 2008 at 2:58 am

    Hi Jip!

    Balas
  • 2. Mung  |  Juni 22, 2008 at 9:36 am

    Tulisan di banner atas mestinya bukan “a another journal of Najip HS Parino” tapi “another journal of Najip HS Parino”. Ya, tanpa “a”, karena “an” dalam “another” sudah menunjukan “lainnya (other)” yang tunggal (kecuali jamak, maka ditulis “others”) dan fungsi “an” dalam “another” adalah menggantikan “a”. Haha. Rek di japri, tapi teu apal imel na. Lamun comment ieu geus dibaca, hapus we.

    Balas
  • 3. ahmadnajip  |  Juni 24, 2008 at 7:29 am

    hi juga!

    Balas
  • 4. DharmaLubis  |  Juli 3, 2008 at 12:22 am

    hai aa najip masih ingat dharma gak? ingat ma jrink jug agak? yang dulu PKL di radar Bandung. hehehe yang dulu nakal dan suka berkelakar..wah…wah..tampaknya makin sukses aja nih…. jadi ingat dulu pengalaman liputan di secapa. hehehe seru banget. thanx buat sharing ilmu dan pengalamannya ya…salam buat keluarga ya…salam.!!!

    Balas
  • 5. ahmadnajip  |  Juli 8, 2008 at 7:42 am

    thx mung, sudah diganti, heheh

    Balas
  • 6. mamaqdude  |  September 14, 2008 at 5:27 pm

    Gigin udah berhenti ya dari Jawa Pos

    Balas
  • 7. ahmadnajip  |  September 17, 2008 at 7:03 am

    yups, gigin sekarang satu kantor sama saya, bos… dia di bandung… kapan ke bandung, maq?

    Balas
  • 8. hermsylar  |  Oktober 9, 2008 at 7:24 am

    Keren oge tulisanna Jip, Jadi terinspirasi niy tertuama MIYABI, hehehe

    Balas
  • 9. Yudaningsih  |  Desember 15, 2009 at 1:47 pm

    Assalamuálaikum,
    Gimana kabarnya kang ? masih emut pribados teu ? alumni suaka tea sama-sama pernah di FPMB era 98-an.
    If you have more a time, enggal diwaler langsung ke emailku/ fb alamatnya sama dengan e mail. Salam tuk teh Ika yah..juga keluarga
    Wassalam,

    Balas

Leave a Comment

Required

Required, hidden

Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed