Mereka Tidak Ingin Berubah
April 10, 2009

HASIL penghitungan suara Pemilu Legislatif 2009 baru akan diketahui 19 April mendatang. Itu pun baru tingkat kota atau kabupaten. Sementara hasil provinsi dan nasional baru bisa diketahui masing-masing pada 24 April dan 9 Mei.
Namun begitu, hasil pesta ini sudah mulai bisa diintip beberapa jam setelah pintu tempat pemungutan suara (TPS) ditutup. Hasilnya, cukup mencengangkan. Ya, meski sejumlah lembaga survei sudah memberikan woro-woro bahwa kuda hitam belum akan muncul tahun ini.
Ya, dari empat lembaga survei yang melakukan penghitungan cepat (quick count), tiga di antarannya memenangkan Partai Demokrat (PD). Lembaga itu adalah Lembaga Survei Indonesia (LSI), Lembaga Survei Nasional (LSN), dan Lingkaran Survei Indonesia (LSI). Hanya Cirus Surveyors Group yang memenangkan PDIP.
Semula, sebagian kalangan hanya memperkirakan bintang trisula ini cukup masuk barisan tiga besar. Faktanya, partai bentukan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini mengungguli pesaing-pesaingnya. Sementara itu, pemenang Pemilu 2004, Partai Golkar, harus berpuas diri di posisi kedua atau ketiga.
Berikut urutan peringkat sampai pukul 20.00 kemarin: LSI (lembaga survei) mengumumkan Demokrat (20,79%), PDIP (15,39%), Golkar (13,55%). LSN mengumumkan Demokrat (21,77%), Golkar (14,2%), PDIP (13,62%). LSI (lingkaran survei) meranking Demokrat (20,31%), Golkar (14,81%), PDIP (14,50%). Cirus mencatatkan hasil sebegai berikut: Demokrat (21,4%), PDIP (14,56%), Golkar (14,32%).
Sementara itu, urutan berikutnya ditempati Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Dari empat survei, PKS sama-sama bertengger di posisi keempat dengan raihan suara 7-10 persen. Urutan kelima terjadi pertukaran posisi antara Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dan Gerindra. Raihan suaranya berkisar pada angka 5-7 persen.
Tentu, hasil akhir penghitungan baru bisa dipastikan setelah pesta usai. Tapi, melihat tipisnya margin error hitung cepat, bukan tidak mungkin hasilnya juga tak jauh beda. Lagi pula, begitulah hasil hitung cepat pilkada di sejumlah daerah. Tapi sudahlah, kita lihat saja nanti.
Lalu, apa yang bisa diambil dari deretan angka yang dikeluarkan lembaga survei? Pertama, terjadinya perubahan kekuatan politik di tanah air. Golkar yang semula menguasai banyak wilayah di Jawa dan Indonesia bagian timur, mulai tergeser the rising star, Partai Demokrat. Kedua, masyarakat masih menggantungkan harapan kepada pendiri sekaligus sang ikon, SBY.
Dalam hal ini, publik lebih suka melihat bukti empiris ketimbang tergoda sederet janji. Pemilih juga lebih nyaman dengan kondisi saat ini. Isu perubahan yang diusung sejumlah kontestan pemilu ibarat jauh panggang dari api. Mereka belum ingin berubah. Mereka belum percaya pada angin surga. Seperti kata iklan Partai Demokrat, mereka memilih, LANJUTKAN!
[Bandung Ekspres Daily – Jumat, 10 April 2009]
Entry Filed under: Idea. .
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed